Jurusan Gizi

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
Ditulis pada 26 Agustus 2016 , oleh angga , pada kategori Info gizi

Oleh: Muthia Khanza Adellina

dengan bimbingan: Widya Rahmawati, S.Gz, M.Gizi dan

Dr. Harun Al-Rasyid, MPH

Periode anak yang berusia di bawah 2 tahun (baduta) merupakan periode puncak tumbuh dan kembang anak. Sebagai Ibu, perlu mengetahui pertumbuhan anak untuk memastikan anak tumbuh optimal serta dapat tahu secepat mungkin bila terjadi pertumbuhan yang tidak optimal sehingga dapat segera ditangani.

Untuk mengetahui pertumbuhan anak, dapat dilihat melalui status gizi.

Status gizi pada anak baduta dapat dilihat dari:

No

Status Gizi menurut

Keterangan

1.

Berat badan menurut umur (BB/U)

Melalui BB/U, Ibu dapat tahu apakah berat badan anak sudah sesuai umurnya atau tidak.

2.

Panjang badan menurut umur (PB/U)

Melalui PB/U, Ibu dapat tahu apakah panjang badan anak sudah sesuai dengan umurnya atau tidak.

3.

Berat badan menurut panjang badan BB/PB)

Status gizi berdasarkan BB/PB Ibu dapat mengetahui kesesuai antara berat badan dengan panjang badan anak sendiri.

Memantau pertumbuhan anak sebaiknya dilakukan setiap 1 bulan sekali saat membawa ke posyandu. Anak akan diukur berat dan panjang badannya sehingga dapat tahu status gizinya. Pada baduta, berat badan bertambah 2-2,5 kg setiap tahun sedang tinggi bertambah 12 cm. KMS dibagi menjadi 2 warna sesuai dengan jenis kelamin anak.

gambar 2 kiri

Merah muda untuk perempuan dan

Biru untuk laki-laki.

Contoh dalam membaca grafik: Anak Ibu lahir pada bula Februari 2008. Pada bulan Maret, anak Ibu berusia 1 bulan, Ibu membawanya ke posyandu untuk ditimbang. Hasilnya seberat 3,5 kg. Kemudian hasilnya dicatat pada grafik KMS. Pada Bulan April, Ibu kembali membawa anak Ibu ke posyandu untuk dilakukan penimbangan. Hasil penimbangannya 4,7 kg

gambar 3 kirigambar 4 kanan

Pada grafik di atas, bisa melihat pada usia 1 bulan, letak titik berada pada pita hijau. Pada usia 2 bulan, berat anak juga pada berada pita berwarna hijau. Jika ditarik garis, garisnya meningkat. Hal ini menunjukkan berat anak meningkat dan masuk dalam status gizi normal.

Untuk lebih jelasnya, bisa melihat video di bawah ini

Tidak hanya pada KMS, grafik BB/U juga dapat dilihat pada grafik milik WHO. Grafik WHO juga dibedakan menjadi 2 warna berdasar jenis kelamin, yaitu merah muda dan biru. Pita warna pada grafik WHO sedikit berbeda. Warnanya yaitu hijau, merah, dan hitam.

gambar 5 tengah bb u pr 6-2th

Daerah di antar pita merah sampai hijau menunjukkan pertumbuhan berat yang normal.

Daerah di antara pita hitam sampai merah menunjukkan anak kurus atau gemuk. Daerah ini seperti pita warna kuning pada KMS.

Daerah di bawah atau di atas pita hitam menunjukkan status gizi anak buruk dan perlu segera ditangani.

Cara membaca grafik WHO sama dengan cara membaca grafik pada KMS.

gambar 6 tengah

Selain berat badan, Ibu juga dapat memantau pertumbuhan panjang badan anak. Sayangnya, pada KMS tidak terdapat grafik panjang badan menurut umur (PB/U). namun, Ibu bisa menggunakan grafik WHO. Cara membacanya pun sama.

gambar 7 tengah

gambar 8 tenga pb u lk 6-2th

Panjang badan menunjukkan status gizi jangka panjang anak, lo! Sehingga jika tidak normal ada kemungkinan asupan makannya kurang dalam jangka waktu yang lama.

Selain umur, status gizi adapat dilihat melalui kesesuaian antara berat badan dan panjang badan anak. Grafik BB/PB juga masih hanya ada dari WHO, belum diadopsi KMS. Sehingga Ibu tinggal melihat titik pertemuan antara berat badan dan panjang badan terletak pada pita berwarna apa.

gambar 9 tengah

gambar 10 tengah BB PB laki2 0-2 th

Pita warna pada grafik BB/PB sedikit berbeda karena memiliki 4 pita warna. Namun, arti dari pita warna sama dengan grafik yang lain.

Apa sih dampak jika tidak memantau pertumbuhan anak?

  1. Ibu akan terlambat tahu jika pertumbuhan anak kurang optimal.
  2. Ibu mungkin tidak tahu jika status gizi anak mengalami perubahan.
  3. Karena anak berada pada periode puncak, keterlambatan tumbuh yang tidak segera ditangani dapat mempengaruhi pertumbuhan selanjutnya.

gambar 11 kanan

Jika mengetahui pertumbuhan kurang optimal pada grafik status gizi, misalnya berada di bawah pita warna merah (KMS) atau di bawah pita hitam (WHO) sealam 2 kali berturut-turut dapat dirujuk ke Puskesmas agar dapat ditangani lebih cepat.

gambar 12 kiri

Ringkasan

  1. Anak di bawah 2 tahun (baduta) sedang berada pada periode puncak.
  2. Penting mengetahui pertumbuhannya untuk memastikan tumbuh optimal dan dapat mengetahui secepat mungkin jika tidak optimal.
  3. Pertumbuhan anak dapat dilihat dari status gizi: berat badan menurut umur (BB/U), panjang badan menurut umu (PB/U), dan berat badan menurut panjang badan (BB/PB).
  4. Berat badan baduta bertambah 2-2,5 kg/tahun dan tinggi badan bertambah 12 cm/tahun.
  5. Status gizi anak baduta dapat dilihat melalui grafik pada KMS dan grafik WHO.
  6. Warna grafik dibedakan sesuai jenis kelamin.
  7. Pada grafik terdapat 3 pita warna, hijau menandakan normal, kuning/merah menandakan kurang agar Bunda segera memperbaiki, serta merah/hitam menandakan buruk sehingga dapat dirujuk ke Puskesmas.
  8. Jika baduta status gizinya buruk atau berada di bawah garis merah KMS (garis hitam grafik WHO) segera meminta rujukan ke Puskesmas agar dapat segera ditangani lebih lanjut.

Refrensi

  1. Gunawan, Gladys, Eddy Fadlayana, dan Kusnandi Rusmil. Hubungan Status Gizi dan Perkembangan Anak Usia 1-2 Tahun. Sari Pediatri, 2011, 13(2): 142-146.
  2. Arisman. 2009. Buku Ajar Ilmu Gizi: Gizi dalam Daur Kehidupan. Jakarta: EGC.
  3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 155/Menkes/Per/I/2010 tentang Penggunaan Kartu Menuju Sehat (KMS) bagi Balita.
  4. World Health Organization. 2008. WHO Child Groeth Standards: Training Course On Child Growth Assesment..
  5. World Health Organization. WHO Child Growth Standards.