Sekilas

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi mendefinisikan pendidikan dietisien sebagai Pendidikan Tinggi setelah program sarjana yang menyiapkan Mahasiswa dalam pekerjaan yang memerlukan persyaratan keahlian khusus. Sementara dalam Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2014 dinyatakan bahwa jenis tenaga kesehatan yang termasuk dalam kelompok tenaga gizi terdiri atas nutrisionis dan dietesien.

Pendidikan dietisien dapat diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi dan bekerja sama dengan Kementerian, Kementerian lain, Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK), dan/atau organisasi profesi yang bertanggung jawab atas mutu layanan profesi. Sedangkan dalam konteks pendidikan tinggi gizi dan profesi gizi, pendidikan dietisien diselenggarakan oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Gizi Indonesia (AIPGI) dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI).

Program Studi Profesi Dietisien FKUB didirikan berdasarkan dalam Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 407/KPT/1/2016, dengan diawali surat dukungan/rekomendasi pendirian dari AIPGI (No. 054/AIPGI/VII/2016) dan dari PERSAGI (No. 1089/DPP-PERSAGI/SEK/VIII/2016 mengenai pembukaan program studi profesi dietisien di FKUB. Inilah dasar pengakuan pendirian pendidikan dietisien di FKUB yang diakui secara nasional. Bersama dengan berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia Kolegium Ilmu Gizi Indonesia (KIGI) pada akhir tahun 2016 juga memandatkan pendirian pendidikan dietisien kepada Universitas Brawijaya.