Undergraduate Program of Nutrition Science

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
Written on 11 September 2014 , by admin gizi

Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang melalui Subbag Akademik menyelenggarakan pemantauan terhadap alumni melalui aktivitas legalisir yang dilakukan oleh alumni.  Aktivitas Tracer study tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai gambaran mewakili lulusan FKUB .

Selain itu, salah satu upaya untuk meningkatkan relevansi antara dunia pendidikan dan dunia kerja, Program Studi Ilmu Gizi juga melakukan pengiriman kuisioner tracer studi melalui milis alumni agar diketahui update terkait kebutuhan,  dan kepuasan lahan terhadap alumni PSIG FKUB.

Studi pelacakan jejak alumni atau survey lulusan atau tracer study telah digunakan sebagai salah satu persyaratan perguruan tinggi.  Tracer Study menjadi kian penting peranannya  karena dapat memberikan  berbagai informasi penting untuk pengembangan perguruan tinggi.  Berperan sebagai alat untuk mengevaluasi keterkaitan antara dunia kerja dan dunia pendidikan, yang dapat menyajikan masukan yang berguna bagi dosen dan aministrator untuk peningkatan kinerja, serta masukan bagi orang tua  dalam pendidikan anaknya (Schomburg, 2006)

DOWNLOAD KUESIONER TRACER STUDY

HASIL TRACER STUDY

PROGRAM STUDI ILMU GIZI FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA TAHUN 2016

 

A.    KARAKTERISTIK RESPONDEN

Pada tahun 2016, target responden Tracer Study adalah alumni Prodi tahun 2013, 2014, dan 2015. Hal ini dilakukan mengingat Tracer Study Ilmu Gizi menggunakan sistem angkatan dalam penentuan responden. Pada Tracer Study 2016, Sebanyak 153 responden dapat dihubungi dan mengisi kuisioner Tracer Studi Prodi Ilmu Gizi.

 

B.    ALUMNI SUDAH BEKERJA SAAT MASUK DALAM PROGRAM STUDI ILMU GIZI

Kepada Alumi Prodi Gizi ditanyakan apakah pada saat masuk sudah mempunyai pekerjaan atau belum. Hal ini disebabkan karena Prodi Gizi, selain menerima mahasiswa dari program Reguler, juga membuka program alih jenjang (Seleksi alih program/SAP). Seluruh respon (100%) menyatakan bahwa belum bekerja saat masuk di Prodi Ilmu Gizi FKUB.

 g 1

Grafik 1. Jumlah responden yang sudah bekerja saat masuk Prodi Ilmu Gizi

 

C.    WAKTU YANG DIPERLUKAN UNTUK MENDAPATKAN PEKERJAAN PERTAMA TERHITUNG SEJAK WISUDA

Waktu tunggu lulusan dalam mendapatkan pekerjaan merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar diketahui bagaimana penyerapan lulusan gizi dalam dunia kerja. Dari 153 responden, diketahui bahwa rata-rata waktu yang diperlukan untuk mendapatkan pekerjaan perrtama terhitung sejak wisuda bagi alumni yaitu 2.67 bulan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu lulusan dalam mendapatkan pekerjaan pertama terbilang cukup singkat.

 

D.    BIDANG/TEMPAT PEKERJAA PERTAMA

Dalam pelaksanaan Tracer Study, kriteria pekerjaan pertama saat ini dikelompokkan ke dalam 5 kategori, yaitu Institusi pelayanan kesehatan (RS, Puskesmas, LSM, klinik), Institusi penyelenggaraan makanan (catering), industri pangan, pendidikan dan penelitian, serta lain-lain. Untuk alumni Prodi Gizi, berdasarkan data responden yang masuk didapatkan bahwa pekerjaan pertama saat ini sebagian besar adalah bekerja pada institusi pelayanan kesehatan (RS, Puskesmas, LSM, Klinik) (40%).

 

 g2

Grafik 2. Bidang/Tempat Pekerjaan Pertama Responden

 

E.    BESARAN GAJI PERTAMA YANG DITERIMA LULUSAN PRODI ILMU GIZI FKUB

Kriteria besaran gaji pertama yang diterima oleh alumni Prodi Gizi FKUB dikelompokkan ke dalam 5 kategori, yaitu < Rp 1.000.000,00; Rp 1.000.000,00 – Rp 2.000.000,00; Rp 2.000.000,00 – Rp 3.000.000,00; Rp 3.000.000,00 – Rp 4.000.000,00; dan > Rp 4.000.000,00. Untuk alumni Prodi Gizi, berdasarkan data responden yang masuk didapatkan bahwa besaran gaji pertama yang diterima berada di rentang < Rp 1.000.000,00  (20.92%); Rp 2.000.000,00 – Rp 3.000.000,00 (20.92%) sd Rp 3.000.000,00 – Rp 4.000.000,00 (21.57%).

 g3

Grafik 3. Besaran gaji pertama yang diterima responden

 

F.    TINGKAT KESESUAIAN ANTARA BIDANG PEKERJAAN DENGAN BIDANG STUDI YANG TELAH ANDA PELAJARI

Menurut data dari alumni menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian antara bidang kerja yang mereka tekuni sekarang dengan yang bidang studi yang telah dipelajari sewaktu kuliah, 70% menyatakan bahwa sudah sesuai, dan sisanya 21.57% menyatakan tidak sesuai.

g4

Grafik 4. Tingkat kesesuaian antara bidang pekerjaan dengan bidang studi yang telah dipelajari

 

G.    BEKAL YANG HARUS DIBERIKAN OLEH PROGRAM STUDI ILMU GIZI KEPADA ”FRESH GRADUATE” UNTUK MENDAPATKAN PEKERJAAN PERTAMANYA

Menurut para alumni, bekal yang harus diberikan oleh Prodi kepada alumni baru dalam kaitannya untuk mendapatkan pekerjaan pertamanya diantaranya yaitu terkait dengan informasi peluang kerja (27.33%), tambahan skill dan pengetahuan (25.23%), kemampuan berkomunikasi.bahasa (22.22%), dan sikap dan teknik wawancara (23.42%).

     g5    

Grafik 5. Bekal yang harus diberikan Prodi kepada “fresh graduate” dalam mendapatkan pekerjaan pertama

 

H.    SAAT MENDAPATKAN PEKERJAAN PERTAMA, APAKAH ANDA HARUS BERSAING DENGAN ALUMNI PERGURUAN TINGGI LAIN DENGAN BIDANG STUDI SEJENIS

Dalam mendapatkan pekerjaan pertama, alumni dihadapkan pada kenyataan bahwa mereka harus bersaing dengan lulusan dari perguruan tinggi (PT) lainnya maupun bidang studi sejenis. Beberapa PT dan bidang sejenis yang disampaikan oleh responden, diantaranya yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, Poltekes Kemenkes Malang, Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung, Universitas Indonesia (UI) Jakarta, Teknologi Hasil Pertanian (THP) UB, Institut Teknologi Surabaya (ITS), Universitas Trisakti, maupun dengan sesama lulusan Prodi Ilmu Gizi FK UB Malang.

 

I.     APAKAH JENIS PEKERJAAN ANDA SEKARANG SAMA DENGAN PEKERJAAN PERTAMA

Untuk alumni Prodi Gizi, berdasarkan data responden yang masuk didapatkan bahwa jenis pekerjaan sekarang sama dengan pekerjaan pertama yaitu sebesar 57.52%, sedangkan yang tidak sama yaitu 42.48%.

g6

Grafik 6. Apakah jenis pekerjaan anda sekarang sama dengan pekerjaan pertama

 

J.     APAKAH ANDA MENGINGINKAN TAMBAHAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN UNTUK MENINGKATKAN KARIR

Berdasarkan data responden yang masuk didapatkan bahwa mayoritas responden menginginkan adanya tambahan pengetahuan dan keterampilan (90.85%). Jenis pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan, diantaranya yaitu: Negotiation skill, marketing product, Ketrampilan tata boga, Softskills kepemimpinan, manajemen organisasi, Ketrampilan komunikasi dan presentasi, Informasi mengenai NGO, System penganggaran di komunitas, Modifikasi menu, Menulis, meriview dan publikasi jurnal, ISO, HACCP, jaminan mutu, Comunication and public speaking skill, NCP advance, Update informasi gizi terbaru, Mikrobiologi, inspeksi pada produk makanan industri

g7

Grafik 7. Apakah diperlukan tambahan pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan karir 


K.    APAKAH ANDA MENGALAMI HAMBATAN KARIR KARENA ILMU YANG ANDA PEROLEH DI PROGRAM STUDI  ILMU GIZI TIDAK SESUAI DENGAN BIDANG KERJA ANDA SAAT INI

Berdasarkan data responden yang masuk diketahu bahwa terdapat 13.07% yang menyatakan bahwa mereka mengalami hambatan karir karena ilmu yang diperoleh di Prodi Ilmu Gizi tidak sesuai dengan bidang pekerjaan mereka saat ini. Beberapa alasan yang dikemukakan diantaranya yaitu di bidang pekerjaan sekarang lebih mengutamakan manajemen dan komunikasi dan perkuliahan di Prodi Ilmu Gizi lebih mengarah ke bidang klinik. Selain itu, banyak hal di dunia kerja yang tidak diberikan saat kuliah. Hal lain juga seperti ditempat kerja belum menerapkan Nutrition care process (NCP). Disisi lain, 86.93% responden menyatakan bahwa mereka tidak menemui hambatan karir meskipun bidang ekerjaan tidak sesuai dengan ilmu yang mereka peroleh dulu.

g8

Grafik 8. Apakah terdapat hambatan karir karena ilmu yang diperoleh tidak sesuai dengan bidang kerja saat ini

 

L.    DARI MATA KULIAH YANG PERNAH DIPELAJARI

Menurut data responden, mata kuliah yang dianggap paling membantu dalam pengembangan karir alumni sekarang, diantaranya yaitu: Nutritional Assessment , Basic Nutrition, Ilmu Bahan Makanan, Intermonev Community, Intermonev Klinik, Patofisiology, Field Work Study Program, Communication and Nutrition Education, Basic Management, Metpen, Anatomi fisiologi, Biokimia, Biomolekuler Nutrisi, Research methodology, Food and Diet Culinary, Entrepreneurship, Food service management, Food and quality control, Health care system.