Departement of Nutrition Science

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
Written on 28 August 2017 , by admin gizi , in category News

M. Sarli

Federation of Islamic Medical Associations (FIMA) adalah sebuah organisasi internasional dengan 70 anggota institusi yang bertujuan untuk mendukung persatuan dan kesejahteraan kesehatan dan tenaga kesehatan di negara-negara anggota dan seluruh dunia melalui penelitian, publikasi, program dan kegiatan amal. FIMA youth Summer Camp adalah program non-profit yang bertujuan untuk membawa para siswa kesehatan bersama-sama menunjukkan keterampilan kepemimpinan berdasarkan pekerjaan sukarela mereka untuk fokus pada masalah kesehatan global dan solusi, yang mengedepankan  informasi yang kuat dan berorientasi solusi. Serta berkeinginan meningkatkan kemampuan akademis, sosial dan budaya di masa depan.

Dalam kegiatan ini Indonesia mengirimkan 29 delegasi dari berbagai universitas yang telah dinyatakan lulus dari seleksi yang diadakan oleh Profesi Kesehatan Muslim Indonesia (PROKAMI) dan Universitas Brawijaya di wakili oleh 2 mahasiswa yang lulus yaitu 1 mahasiswa dari Fakultas kedokteran dan 1 mahasiswi dari fakultas kedokteran gigi. 1 mahasiswa dari Fakultas Kedokteran atas nama Mohd Sarli dari jurusan Ilmu Gizi dengan NIM 135070300111009 .

Kegiatan ini diadakan di alam dengan fasilitas yang cocok untuk kegiatan olahraga, untuk bertukar pendapat dan ide serta budaya. Daerah perkemahan telah dipisahkan ruang untuk 300 peserta laki-laki dan 150 peserta perempuan. Kegiatannya meliputi pengembangan intelektual, olahraga dan pertukaran budaya di perkemahan alam, diikuti Tour Budaya Istambul serta  makan mlam bersama seluruh keluarga FIMA akan ditutup dengan Rapat Istanbul, bertema ‘Mencari Masa Depan Bersama’

Kegiatan ini berlangsung selama 7 hari, 4 hari di lingkungan camp dan 3 hari di Istanbul. Hari pertama sebagian kegiatannya perkenalan dan penjemputan delegasi dari tempat kedatangan ke tempat camp. Saat di camp kegiatan yang berlangsung berupa kuliah, diskusi, dan kegiatan outdoor. Materi kuliah berkisar tentang kepemimpinan islam. Diskusi yang diadakan sesuai dengan tahap Seven Jumps. Isu yang diambil dalam kegiatan diskusi adalah permasalahan pemuda islam saat ini. Pertama-tama dianalisis apa saja masalahnya, kemudian di prioritaskan, lalu dibahas bagaimana cara menanggulangi masalah tersebut disertai peran FIMA untuk mengatasinya. Kegiatan outdoor di camp diikuti dengan budaya Turki. Ada permainan seperti Ottoman Combat (Matrak), Ottoman Archery, Mangala dan permainan lain seperti Paintball, Archery, dan Hill Climbing. Kegiatan di camp ditutup dengan malam pertunjukan dimana berbagai negara menunjukkan budayanya masing-masing.

Setelah kegiatan di camp selesai, dilanjutkan kegiatan di Istanbul untuk mengamati tempat-tempat bersejarah di Istanbul. Adapun tempat yang dikunjungi Sungai Bosphorus, Museum Topkapi, Museum Hagia Sophia, dan Masjid Sultan Ahmed II (Blue Mosque). Setelah jalan-jalan mengitari Istanbul, seluruh peserta FIMA diundang makan malam bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan di Dolmabahçe Palace, Istanbul. Hari berikutnnya berupa Meeting untuk menyatukan dan menyelaraskan ide-ide seluruh peserta selama kegiatan sekaligus menutup kegiatan FIMA youth Summer Camp.