Jurusan Gizi

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
Ditulis pada 2 April 2017 , oleh admin gizi

No.

Jenis Pelayanan kepada Mahasiswa

Bentuk kegiatan, Pelaksanaan dan Hasilnya

1

Bimbingan dan konseling Bentuk Kegiatan:

Bimbingan konseling merupakan suatu bentuk pendampingan dosen kepada mahasiswa untuk membantu setiap permasalahan yang terjadi baik akademik maupun non akademik. Bentuk pendampingan ini dapat berupa arahan maupun konseling.

Pelaksanaan:

Pelaksanaan di Fakultas : di Fakultas tersedia layanan bimbingan dan konseling bagi mahasiswa terutama mahasiswa bermasalah, dengan konselor Dra. Asmika, SKM, M.Kes; dr. Aswin Djoko Baskoro, MS, Sp.Park; dan dr. Roekistiningsih, MS, Sp.MK.

 

Pelaksanaan di PS: Bimbingan konseling mahasiswa dilakukan oleh masing-masing Dosen Penasehat Akademik (PA). Pertemuan antara dosen PA dengan mahasiswa dilakukan sebagai berikut: Mahasiswa minimal menghadap kepada Dosen PA sebanyak 4 kali yaitu pada sebelum memasuki semester baru, 2 kali pada pertengahan semester dan pada akhir semester; Hasil pertemuan antara dosen PA dengan mahasiswa dicatat dalam sebuah buku kendali khusus yang dimiliki baik oleh dosen PA maupun mahasiswa.Bimbingan konseling telah terlaksana dengan sangat baik.

 

Hasil:

Mahasiswa mendapatkan solusi terhadap rencana studi dan masalah akademik maupun non akademik.

2

Minat dan bakat (ekstrakurikuler) Bentuk Kegiatan:

Kegiatan minat Bakat atau Ekstrakurikuler merupakan bentuk kegiatan non akademik di luar kurikulum yang berfungsi mengasah minat dan bakat mahasiswa Gizi.

Pelaksanaan:

Di PS Ilmu Gizi, kegiatan minat dan bakat dapat difasilitasi oleh adanya organisasi mahasiswa gizi “ORMAGIKA”. Data minat dan bakat setiap mahasiswa didapatkan melalui metode penyebaran kuesioner pada mahasiswa baru. Dari minat dan bakat mahasiswa, mahasiswa dapat diarahkan mengikuti LSO yang diminati atau ekstrakurikuler yang dikelola secara mandiri oleh mahasiswa sehingga mempunyai wadah untuk meningkatkan prestasinya. Adapun beberapa kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa diantaranya adalah paduan suara, tari, futsal, karate, tenis, bulutangkis, dan basket. Kegiatan dilakukan di luar jam kuliah.

Hasil:

Kemampuan mahasiswa di bidang minat bakat dapat terasah dan berkembang dengan sangat baik sehingga prestasi tingkat internasional dan nasional dapat dicapai.

3

Pembinaan soft skills Bentuk kegiatan:

Pembinaan softskill merupakan suatu pembinaan yang diarahkan untuk meningkatkan keterampilan mengelola diri sendiri (intra personal) dan hubungan relasi dengan orang lain (interpersonal) untuk mendukung kemampuan akademik mahasiswa serta meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual mahasiswa di samping kecerdasan intelektualnya.

Pelaksanaan:

Pembinaan softskill dimulai sejak Pembinaan Pengenalan Dunia Kampus Mahasiswa baru (PK2MABA) di tingkat fakultas berupa pelatihan yang bertujuan mengasah kemampuan kepemimpinan dan kecerdasan emosional spiritual (ESQ). Pelatihan dilanjutkan dengan acara Krida Mahasiswa (KRIMA) setiap hari Sabtu selama satu semester pertama dengan topik berganti-ganti. Selain itu PS dan ORMAGIKA memiliki beberapa agenda rutin sendiri dalam program kerjanya untuk meningkatkan soft skill mahasiswa yaitu :

-          – Kegiatan Up Grading ILMAGI dan ORMAGIKA

-          – Kegiatan Training  Softskill Anggota ORMAGIKA

-          – Entrepreneurship Challenge of ORMAGIKA (ECHO)

-          – Pendelegasian Gizi Peduli Indonesia Wilayah 3 ILMAGI

-          – Kegiatan Amazing ORMAGIKA

-          – Kegiatan Pelatihan Gizi Siaga Bencana 2010

-          – Kegiatan Pre Dietetic Internship Clinic, Community dan Food Service Management

-          – Kegiatan Intermonev community 2

-          – Kegiatan KOZI (Konsultasi Gizi)

-          – Kegiatan pengabdian masyarakat mahasiswa melalui PKNM

-          – ESQ pada kegiatan ordik ormawa

-          – Kegiatan sekolah mawapres

-          Pembinaan soft skill juga terintegrasi dalam kegiatan proses belajar mengajar baik dalam kegiatan diskusi kelompok, praktikum maupun  perkuliahan.

Hasil:

Pembinaan Softskill mahasiswa sudah terlaksana sangat baik, sehingga soft skill mahasiswa dalam hal mengelola diri sendiri (intrapersonal) maupun hubungan relasi dengan orang lain (interpersonal)  sudah baik.

4

Beasiswa Bentuk kegiatan:

Pemberian beasiswa adalah kegiatan yang berbentuk pembebasan sebagian atau keseluruhan biaya pendidikan untuk mahasiswa serta pemberian bantuan dana bagi mahasiswa yang tidak mampu maupun berprestasi.

Pelaksanaan:

Beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa melalui seleksi di Universitas secara online, macam beasiswa yang ditawarkan diklasifikasikan menjadi tiga kategori  sebagai berikut :

-    Beasiswa bagi yang tidak mampu/ miskin yaitu beasiswa bagi mahasiswa yang tidak mampu/ miskin

-    Beasiswa prestasi akademik yaitu beasiswa bagi mahasiswa yang berprestasi akademik tinggi dan menjadi peringkat 10 (sepuluh) besar di jurusan UB

-    Beasiswa prestasi non akademik yaitu beasiswa bagi mahasiswa yang berprestasi akademik pada level nasional/ internasional atau mahasiswa aktif pada LKM-UB (lembaga kedaulatan mahasiswa-UB)

Dalam hal ini, PS berkoordinasi dengan pihak Fakultas berperan dalam memberikan informasi terkait adanya beasiswa kepada mahasiswa.

Beberapa jenis beasiswa yang didapat mahasiswa PS Ilmu Gizi (2010 – 2012), diantaranya yaitu:

-    PPA (Peningkatan Prestasi Akademik) Mala

-    BBM (Bantuan Belajar Mahasiswa) Mala

-    BBM (Bantuan Belajar Mahasiswa) Maba

-    Supersemar

-    Bank Indonesia

-    Angkasa Pura

-    Kementerian Negara BUMN

-    Yayasan Pelayanan Kasih A & A Rachmat

-    PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

-    Beasiswa Bidik Misi Mahasiswa Baru Tahap I dan II

-    Pertamina

Jumlah Mahasiswa  PS Ilmu Gizi yang telah mendapatkan beasiswa yaitu:

- Tahun 2010 tercatat 94 mahasiswa

- tahun 2011 tercatat 57 mahasiswa

- tahun 2012 tercatat 48 mahasiswa

Hasil:

Pengelolaan beasiswa sudah berjalan sangat baik dan mahasiswa sangat mudah mengakses informasi beasiswa sehingga mahasiswa yang kurang mampu dapat melanjutkan kuliahnya dan mahasiswa berprestasi semakin terpacu untuk meningkatkan prestasinya.

5

Kesehatan Bentuk kegiatan:

Pelayanan kesehatan bagi mahasiswa adalah penyediaan layanan kesehatan yang terjangkau dan aksesabilitas yang mudah serta profesional.

Pelaksanaan:

Pelayanan kesehatan yang disediakan PS adalah disediakannya kotak P3K di laboratorium guna pertolongan pertama pada kecelakaan kerja saat pelaksanaan praktikum. Pelayanan kesehatan bagi mahasiswa di lingkungan Fakultas Kedokteran, disediakan PHC (Pre Hospital Care)  yang dikelola oleh fakultas dan melibatkan mahasiswa dalam kegiatannya. Apabila terdapat masalah kesehatan, mahasiswa juga bisa berobat di Poliklinik Universitas Brawijaya dengan biaya yang sangat terjangkau dengan menunjukkan Kartu Mahasiswa.  Poliklinik UB  saat ini berada di kompleks Rumah Sakit Akademik Universitas Brawijaya, dengan pelayanan yang mencakup dokter umum, dokter gigi, laboratorium, dan obat-obatan.

Hasil:

Mahasiswa dapat berobat dengan biaya murah dan akses yang sangat mudah.