Jurusan Gizi

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
Ditulis pada 30 Agustus 2016 , oleh angga , pada kategori Info gizi

Makan memang menjadi bagian yang penting dari kehidupan sehari-hari kita, begitu juga untuk si buah hati ibu. Secara umum, makan bertujuan untuk mempertahankan hidup dan  menjaga agar tubuh tetap berenergi. Tujuan lain yang penting terutama bagi anak adalah untuk memenuhi kebutuhan gizi agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Namun, ada saat dimana anak tiba-tiba susah makan, yang pastinya membuat para ibu khawatir. Lalu bagaimana tanda-tanda saat si buah hati susah makan? kenapa sih mereka bisa susah makan? apa efeknya dan bagaimana cara mengatasinya? Mari kita bahas satu persatu ya, bu.

  • Tanda-Tanda Anak Susah Makan

Tanda-tanda anak susah makan yang biasanya umum terjadi adalah:

  1. Makan berlama-lama, suka memainkan/menumpahkan makanan
  2. Memuntahkan/menyembur-nyemburkan makanan
  3. Menutup mulut rapat, atau menolak suapan dari orang tua
  4. Hanya mau makan jenis tertentu saja atau pilih-pilih makanan
  5. Makan terlalu sedikit atau tidak mau makan sama sekali
  6. Cepat bosan terhadap makanan yang disajikan
  7. Kebiasaan makan makanan yang aneh.

GAMBAR 2

  • Kenapa Anak Susah Makan?

Beberapa hal yang dapat membuat anak susah makan antara lain:

- Orang tua (terutama ibu) kurang paham tentang cara memilih dan memberi makan yang benar pada anak
- Anak suka pilih-pilih makanan
- Anak sering makan jajanan seperti ciki, permen, atau makanan sejenis lain sehingga sudah merasa kenyang dan tidak mau makan besar
- Anak sedang demam, mual atau muntah namun tetap dipaksa untuk makan
- Ibu memberikan makanan pada saat anak sedang tidak lapar
- Anak memiliki penyakit atau gangguan perkembangan terkait makan, yang yang biasanya terdapat pada :

  1. Gigi dan rongga mulut
  2. Saluran pencernaan
  3. Saluran pernafasan
  4. Penyakit lain seperti malaria, penyakit jantung bawaan, penyakit syaraf, kanker/tumor, anemia, diabetes, dan lain sebagainya.

- Anak tidak nafsu makan karena terlalu banyak bermain
- Anak makan dengan dipaksa (contoh: disuapi terlalu keras) sehingga makan menjadi tidak menyenangkan menurut si anak.

GAMBAR 3

  • Apa Efeknya Bagi Anak?

Jika anak tiba-tiba menjadi susah makan karena sedang sakit, ibu tidak perlu khawatir karena efeknya tidak terlalu berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Nafsu makan akan kembali normal saat si anak sembuh.

Namun, jika anak selalu susah setiap kali makan dan terjadi dalam waktu lama, ibu perlu berhati-hati. Efek yang muncul bisa berpengaruh pada tumbuh kembang anak, tergantung dari jenis dan jumlah zat gizi apa yang kurang.

  • Anak tidak suka buah atau sayur: kekurangan vitamin, contohnya vitamin A.
  • Anak hanya mau minum susu saja: bisa terjadi kurang darah karena kekurangan zat besi.
  • Anak makan tapi jumlahnya terlalu sedikit: lama kelamaan terjadi kekurangan energi protein (KEP).
  • Efek lebih panjang lagi adalah status gizi anak menurun dan tubuh anak menjadi kurus tiba-tiba.
  • Bagaimana Cara Memberi Makan Yang Benar?

Berikut ini tips yang dapat dilakukan ibu saat memberi makan si buah hati, antara lain:

1. Waktu makan sebaiknya tidak lebih dari 20 – 30 menit
2. Beri makan dalam jarak waktu 3–4 jam sekali, agar rasa lapar si anak lebih kuat
3. Jangan beri makanan kecil, susu, atau jus pada saat waktu makan
4. Beri makan dalam porsi kecil agar anak tidak mudah bosan
5. Jaga anak tetap duduk di kursi makan sampai waktu makan selesai
6. Anak tidak boleh melempar-lempar makanan/alat makan dan bermain dengan makanan
7. Tanamkan pada anak bahwa makan merupakan kewajiban untuk memenuhi kebutuhan si anak, bukan sebagai hadiah atau tanda kasih sayang orangtua

GAMBAR 5

  • Saat Anak Diberikan Makanan Baru

Jika buah hati sudah bisa menerima satu jenis makanan, ada baiknya ibu  mengenalkan jenis makanan yang lain agar selera makan anak dapat bervariasi. Caranya:

- Makanan baru harus dikenalkan secara tunggal (contohnya wortel saja, tanpa sayur yang lain)
- Jangan mengenalkan makanan saat anak sakit seperti pilek, diare, atau penyakit lain
- Sajikan makanan sampai anak terbiasa dan dapat menerima makanan tersebut
- Biasanya anak akan lebih mudah menerima makanan baru jika mereka melihat orangtuanya makan makanan tersebut
- Ada kalanya si anak tidak mau menerima jenis makanan baru karena tidak suka rasa, tekstur, atau bau tertentu dari makanan tersebut. Hal yang dapat ibu lakukan yaitu:

1. Ibu dapat memberi contoh dengan memakan makanan tersebut dahulu dan menunggu hingga anak penasaran untuk mencicipi.
2. Tunggu bagaimana respon si anak, apakah mereka suka atau tidak.
3. Jika makanan tersebut tidak dapat diterima, pasti si anak akan memuntahkannya dan tidak mau memakannya lagi. Tetapi setidaknya anak menjadi tidak takut untuk mencoba jenis makanan baru lainnya.

  • Cara Mengatasi Anak Yang Susah Makan    

GAMBAR 7

Lalu, bagaimana sih cara mengatasi buah hati yang susah makan? Tetapi sebelum itu ibu perlu memahami kenapa mereka susah makan, karena masing-masing anak memiliki masalah yang berbeda. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan:

- Apabila anak terlalu mengantuk dan sulit dibangunkan saat diberi makan, beri pijatan lembut agar anak bangun dan bisa makan dengan baik.
- Berikan pujian apabila dapat menghabiskan makanannya, ini untuk memotivasi anak-anak dalam memenuhi jumlah makanan yang sesuai dengan kebutuhannya.
- Anak terlalu rewel dan sulit diberi makan: Ajak anak ke kamar yang sunyi atau gendong anak selama makan.
- Anak pilih-pilih makanan (contoh: tidak suka sayur), maka ada 2 pilihan:

1. Jika anak tidak suka sayur tapi masih suka telur, maka ibu dapat mencampurkan sayur saat membuat telur dadar, sehingga sayurnya tidak terlalu nampak dan anak jadi mau makan.

2. Sajikan makanan dengan bentuk yang menarik.

- Apabila anak terbiasa mengonsumsi jajanan seperti ciki, permen atau makanan sejenis, maka bisa diganti dengan makanan ringan yang lebih sehat dan mengenyangkan seperti puding buah susu, roti, biskuit, buah-buahan agar kebutuhan gizi anak juga dapat terpenuhi.
- Jangan berikan makanan ringan mendekati waktu makan besar agar anak tidak gampang merasa kenyang.

GAMBAR 8

DAFTAR PUSTAKA

  1. Bernard-Bonnin, Anne-Claude. 2006. Feeding problems of infants and toddlers. Canada: Canadian Family Physician. Vol 52: October.
  2. Gurnida, Dida A. 2013. Tatalaksana Kesulitan Makan Pada Anak. Bandung: Universitas Padjadjaran.
  3. Judarwanto, Widodo. 2012. Gangguan Proses Makan Pada Anak. Jakarta Pusat: Picky Eaters Clinic (Klinik Khusus Kesulitan Makan Pada Anak).
  4. Sunarjo, Djoko. 2010. Kesulitan Makan Pada Anak. RSUD RAA Soewondo. Pati: rsud.patikab.go.id.
  5. Utami, K. Wahyu. Penyebab & Solusi Tepat Anak Susah Makan. okezone.com.

Disusun Oleh: Arunia Kemala Putri

Dibawah Bimbingan:

Dosen 1: Widya Rahmawati, S.Gz., M.Gizi

Dosen 2: dr. Harun AlRasyid, MPH

2016