Jurusan Gizi

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
Ditulis pada 31 Agustus 2016 , oleh angga , pada kategori Info gizi
  • Apa itu ASI Eksklusif?

ASI eksklusif merupakan air susu ibu (ASI) yang diberikan secepatnya ke bayi pada saat pertama dilahirkan (setelah persalinan) selama 6 bulan tanpa penambahan dan/ atau mengganti dengan makanan atau minuman lainnya walaupun air putih.

Gambar 1

  • Apa saja manfaat ASI Eksklusif?

a. Untuk Bayi

  • Pertumbuhan dan perkembangan bayi
  • Kandungan gizi yang pas, tidak menyebabkan gemuk atau kurus
  • Memberikan imunitas, tidak mudah sakit dan infeksi
  • Mempererat ikatan bayi dan ibunya

b. Untuk Ibu

  • Mempercepat pemulihan pasca melahirkan
  • Mengurangi perdarahan
  • Mencegah kehamilan (KB alami)
  • Meningkatkan kasih sayang antara ibu dan bayi
  • Membuat rasa nyaman
  • Manajemen Laktasi ???

Disebut juga cara pemberian ASI, yaitu upaya untuk menunjang keberhasilan menyusui yang dilakukan oleh ibu, suami, keluarga, tenaga kesehatan, dan lingkungan sekitar.

Gambar 2

a. Peran Ibu
Meyakinkan diri dapat menyusui, makan makanan yang bergizi dan seimbang, tidak memberikan makanan/ minuman lain selain ASI

b. Peran Suami
Memberikan dorongan/ motivasi dalam bentuk fisik (membantu pekerjaaan ibu/ menjaga anak) dan psikis (semangat)

c. Peran Keluarga
Memberi dorongan dan semangat

d. Peran Tenaga Kesehatan
Memberikan informasi mengenai pentingnya ASI eksklusif dan cara menyusui serta sarana pelayanan kesehatan yang baik

e. Peran Lingkungan Sekitar
Membuat suasana yang menyenangkan, tidak bising, mendukung program menyusui

  • 7 Langkah Posisi Menyusui yang Benar dengan Duduk
  1. Ibu harus duduk dengan nyaman, santai, pinggang bersandar dan kaki tidak menggantung bila perlu kaki di atas penyanggah/ kursi kecil
  2. Hadapkan seluruh tubuh bayi menghadap ke perut ibu
  3. Perut bayi menempel pada badan ibu, telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus
  4. Ibu memeluk badan bayi dekat dengan badan ibu
  5. Ibu menyanggah seluruh badan belakang bayi, wajah bayi menghadap ke payudara dan hidung berhadapan dengan puting
  6. Letakkan kepala bayi pada lengan diantara lengkungan siku dan pergelangan tangan ibu dan pantat bayi di atas pangkuan ibu untuk bayi yang lebih tua
  7. Untuk bayi yang lebih muda, bagian bawah tubuh bayi perlu disanggah bukan hanya kepalanya.

Gambar 4

  • Posisi menyusui yang benar dengan berbaring

Bila ibu menyusui sambil berbaring dengan nyaman dan santai, punggung disanggah dengan bantal. Posisi badan ibu miring menghadap bayi

Gambar 5

Jika perlu letakkan bantal kecil atau lipatan selimut dibawah kepala bayi agar bayi tidak perlu menegangkan lehernya untuk mencapai puting dan ibu tidak perlu membungkukan badan ke arah bayinya, sehingga tidak cepat lelah.

Gambar 6

  • Langkah Pelekatan Menyusui yang benar
  1. Saat bayi mulai menyusu sentuhkan puting susu pada pipi atau bibir bayi bagian atas untuk merangsang agar mulut bayi terbuka lebar
  2. Ketika mulut bayi terbuka lebar, kepala bayi dibawa ke payudara ibu sehingga sebagian besar aerola (bagian yang berwarna hitam pada payudara) bagian bawah masuk ke mulut bayi, tampak lebih banyak aerola di atas bibir bayi
  3. Puting mengarah ke langit-langit mulut bayi, sehingga dapat merangsang bayi untuk menghisap
  4. Bibir bawah bayi mengarah dengan baik ke bawah puting sehingga bayi dapat meletakkan lidah di saluran ASI dan bibir bawah bayi melengkung keluar
  5. Dagu bayi menempel ke payudara dan kepala bayi sedikit menengadah
  6. Tanda-tanda lain yang dapat dilihat adalah pipu bayi membulat, bayi menghisap pelan dan dalam serta terdengar suara bayi menelan ASI
  7. Ibu tidak merasa kesakitan terutama pada puting susu
  8. Payudara sebaiknya ditopang dengan cara membentuk huruf C yaitu empat jari menopang payudara bagian bawah dan ibu jari untuk membantu menyentuh puting ke bibir bayi agar membuka mulut yang lebar
  9. Menyusui bayi secara bergantian dari satu payudara sampai kosong sebelum pindah ke payudara yang lainnya atau bayi melepaskan sendiri payudara waktu selesai menyusu, tampak puas dan mengantuk. Sehingga bayi mendapatkan susu akhir yang mengandung banyak lemak sebagai sumber energi.

benar

  • Masalah saat Menyusui ???
  1. Bayi mengalami kesulitan dalam memasukkan puting ibu ke mulutnya bukan karena minum bergantian dengan botol. Tanda-tandanya adalah dengan bayi menolak saat ibu menyusui, waktu menyusu yang terputus-putus. Untuk mencegahnya bisa memberikan ASI perah dan diberikan dengan cangkir
  2. Bayi tidak mau menyusu karena bayi sakit di sekitar mulut seperti sariawan, bayi telah meminum minuman lain selain ASI, teknik menyusui yang salah, ASI yang kurang lancar saat keluar atau terlalu deras. Solusinya adalah meminumkan ASI melalui sendok dengan posisi menyusui
  3. Kondisi bayi sering menangis, hal ini merupakan cara berkomunikasi bayi terhadap keadaan sekitarnya yang kurang mengenakan seperti kotor, bayi haus, bayi lapar, sakit yang kemudian mempengaruhi daya menghisap kurang sehingga ibu menjadi kesal dan proses laktasi terganggu. Untuk itu dapat diatasi dengan mencari tempat yang nyaman, bersih, tenang, terang, dan sirkulasi udara lancar.

kondisi

Daftar Pustaka

  1. Kementerian Kesehatan, RI. 2013. Rencana Aksi Akselerasi ASI Eksklusif 2012-2014. Dirjend Bina Gizi dan KIA. Direktorat Bina Gizi
  2. Anonim. 2015. 10 Hal yang akan Dirasakan Ibu Menyusui. Dan Nomor 8, Ibu pasti Merasakan Kehilangan. http://sayangianak.com/wp-content/uploads/2014/05/Ibu-Menyusui-jpg. Diakses pada tanggal 25 Juli 2016
  3. Rukiyah, A., Yulianti, Lia & Liana, Meida. 2011. Asuhan Kebidanan III (Nifas). Jakarta: CV. Trans Info Media
  4. Siregar, A. 2009. Pemberian ASI Ekskusif dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jurnal : Universitas Sumatra Utara
  5. Kementerian Kesehatan, RI. 2014. Pemberian Air Susu Ibu dan Makanan Pendamping ASI. Dirjend Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. Direktorat Bina Gizi
  6. WHO/UNICEF, 1993. Breastfeeding Counselling A Training Course Participants ’ Manual Part One Sessions 1-9.
  7. American Academy of Pediatrics. 2011. Helping Babies Breathe : The Golden Minute.